Rabu, 17 Agustus 2016

MOTHERLAND : TRIP BUKIT SIRANG RIAM KANAN KAB. BANJAR KALIMANTA...

BUMI PERTIWIKU ( OUR MOTHERLAND ): TRIP BUKIT SIRANG RIAM KANAN KAB. BANJAR KALIMANTA...: Hallo. Kali ini saya akan sedikit share tentang Trip saya ke Bukit Sirang. Kalau ada yang belum tau apa itu bukit sirang Langsung saja Ce...

TRIP BUKIT SIRANG RIAM KANAN KAB. BANJAR KALIMANTAN SELATAN


Hallo. Kali ini saya akan sedikit share tentang Trip saya ke Bukit Sirang. Kalau ada yang belum tau apa itu bukit sirang Langsung saja Cekidoot.

Bukit Sirang Doc. 17/08/2016


Bukit sirang adalah salah satu pulau atau dataran tinggi yang terdapat di area waduk Riam kanan yang memiliki pemandangan menarik. Di tumbuhi semak-semak ilalang berwarna kuning kering dan beberapa pohon serta deretan perbukitan menjulang tinggi yang dapat dinikmati secara langsung dan gratis tentunya. Terletak sekitar 15  km dari pelabuhan Aranio (Desa Aranio.Kab.Banjar) dan lama perjalanan dari pelabuhan sekitar 45 menit menggunakan perahu Klotok* (Bhs.banjar:Perahu bermotor/getek) .
Karena start awal saya dari Kota Banjarbaru, maka diperlukan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan menggunkan kendaraan roda 2 untuk sampai di pelabuhan Aranio kemudian dilanjutkan dengan naik perahu bermotor/Klotok.

Saya berangkat dari pukul 5 sore menggunakan kendaraan roda 2 kemudian tiba di pelabuhan sekitar pukul 6 lewat 15 menit dan dilanjutkan dengan naik perahu sekitar 45 menit. jumlah rombongan sekitar 19 orang, untuk ongkos sewa perahu sekitar 450 ribu rupiah (PP). Saya sarankan juga melakukan booking perahu dulu agar mempermudah tentunya.

Berikut bebErapa foto yang bisa menjelaskan langsung keadaan disana. Cekidoot.

Dikelilingi bukit

Sunrise gan
View Sekitar bukit sirang


Sepupu ane gan

Dua pohon yang menjadi ciri khas utama pulau sirang

Menggenggam dunia haha

Kaya di ranu kumbolo ya !

Persiapan sebelum pulang

Ngeksis sebelum pulang



Dibawah ini beberapa foto-foto diperjalanan pas pulang, langsung aja cekidot








Kayak daun pohon maple warna kuning kemerahan



Rumah apung... keren ya !

Kamis, 18 September 2014

RINTIHAN TANAH BORNEO

Hujan pertama yang turun dibulan September, setelah 2 bulan musim kemarau menghiasi borneo,
sementara setiap pagi hari kabut asap selalu menyelimuti kota ini, ada- ada saja ulah pembakar liar yang kurang perduli terhadap lingkungan, dengan dalih membuka lahan, membakar berhektar-hektar lahan rimba Kalimantan, oh kalimantanku.
Terlihat diujung selatan sana awan mendung menghiasi langit nan muram durja, angin kencang sedikit berhembus kearah tenggara,Akhirnya tetes tetes airpun  berjatuhan membasahi tanah yang kering kerontang ini dan aku lihat secercah senyuman dihati orang-orang yang ada disini,rupanya mereka merindukannya.

rasa damai yang diberikan Tuhan membuat ku merasa nyaman
beberapa dari mereka berkata,
 “hujan buatan tuh”. !
“bukan ini hujan asli, soalnya langitnya gelap sekali”.
kenyataannya ini memang hujan buatan yang disengaja untuk memadamkan api sekaligus menghilangkan kabut asap diwilayah ini selama sebulan ini.
Satu hal yang disadari, Mereka sepertinya ikut bersuka cita atas kehadiran hujan.
tetes air yang jatuh dari langit sedikit,namun member arti. Angin kencangpun menyambut datangnya tetes-tetes air  hujan yang akan jatuh kebumi, sehingga yang tercipta hanya gerimis gerimis tipis berjatuhan ketanah.
Salah seorang dari mereka berkata,” semoga hujannya lebat, sehingga bisa menghilangkan kabut asap dikota ini”!
“ya, semoga saja”, kata salah seorang dari mereka lagi.
Tentu kita tahu bahwa membakar hutan ataupun lahan secara besar -besaran dilarang dan bias terkena tindak pidana,yang jadi pertanyaan sekarang, apa cerita dibalaik kejadian sekarang ini. Pembakaran lahan secara besar-besar yang menyebabkan kabut  tebal, merusak ekosistem alam, dan tentu saja merusak keseimbangan kehidupan.
Kabut tebal di tanah Kalimantan bukan hal baru, setiap tahun disaat bulan kemarau pasti terjadi Kabul tebal menyelimuti kota, desa dan daerah daerah tertentu , pembakaran hutan besar besaran, penebanagan liar, illegal logging,illegal mining, bahkan tambang resmipun ikut ambil bagian dalam peruusakan ekosistem di alam borneo.
Berjuta- juta ton batubara dikeruk,diekspor, berkubik-kubik kayu yang ditebang dari pedalaman hutan Kalimantan,ujung ujungnya habis dibabat oknum-oknum rakus, yang tidak pernah puas, mungkin sampai mereka terkubur bersama tanah ini, dan saya tekankan disini, Oknum-oknum rakus!

Sebagai putra daerah, pasti ada rasa miris pada bumi pertiwi ini, dikeruk, ditebang, dirusak, dibakar, dan sungguh ironis.
malapetaka apa yang akan datang nanti kalau ini tidak berhenti hari ini dan detik ini, semoga kita kaum generasi muda, orang-orang yang berpengetahuan, orang-orang yang terpelajar, orang yang bisa mengeja dari A sampai Z, bisa berhitung dari 1 sampai 10, tidak akan berbuat kejalan yang salah dan membuat kehidupan ini menjadi damai